Pagi tadi saya ikut training yang cukup membosankan. Topiknya tentang prosedur pelaksanaan “exam board” atas penilaian modul pelajaran di kampus kami. Walau semula saya tidak mendaftar untuk ikut training ini, tugas saya di kantor ‘mewajibkan’ saya untuk mengikutinya.

Pesertanya ada kira-kira 20 orang dari berbagai fakultas. Beberapa diantaranya adalah kolega dekat saya. Kebetulan kami diminta duduk dalam ruangan yang kursinya diatur menyerupai huruf U, seperti umumnya pengaturan meja saat exam board dilaksanakan.

Saat training sudah berjalan beberapa lama dan rasa bosan mulai menerpa, saya baru melihat-lihat rupa wajah peserta training lainnya. Duduk persis di depan saya seorang dosen laki-laki yang sudah cukup senior dari sekolah lain. Perawakan, wajah, dan pakaiannya biasa saja. Yang menonjol adalah matanya. Biru cerah bak warna air samudera.

Walau orang bermata biru tidak terlalu sulit dicari di tempat saya tinggal, tapi warna biru si dosen tadi sangat jarang atau belum pernah saya temui sebelumnya. Dari jauh saja sudah terlihat bahwa warna matanya sangat berbeda dengan kebanyakan orang lainnya.

Sayangnya (atau bagusnya), saya bukanlah orang yang berani bertatap mata berlama-lama jadi saya tidak bisa yakin apa warna mata tersebut asli miliknya atau ‘imitasi’ yang berasal dari contact lens yang juga bisa mengubah warna bola mata seseorang.

Pikiran saya lalu melayang ke medio pertengahan tahun ‘90-an, sewaktu saya bekerja di Depok. Saat itu ada seorang mahasiswi yang selalu tampil modis. Awalnya saya mengira dia ini ada keturunan bulenya karena warna matanya tidak sama dengan kebanyakan warna mata orang Indonesia atau Asia. Ternyata setelah bertemu beberapa kali warna matanya selalu berganti-ganti dengan menggunakan contact lens berwarna. Saat itu saya baru tahu kalau contact lens ternyata ada yang berwarna macam-macam dan bukan hanya untuk pengganti kacamata saja. Walau dia bukan sebangsa bunglon yang bisa mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya (eh mata bunglon bisa berganti warna juga nggak ya?), tapi warna bola matanya selalu selaras dengan busana yang dikenakannya. Itu penampilan dia kala kuliah, bagaimana warna matanya kalau sedang Dugem silahkan bayangkan sendiri saja deh…

Lumayan kan untuk penghilang kebosanan mengikuti training :D