Putri saya Rana gemar berjualan. Keinginannya adalah menjadi kasir di supermarket sebagai kerjaan part time, sungguh cita-cita yang simple saja sesuai dengan kenyataan hidup banyak orang di Inggris ini. Sedari kecil hobinya berlagak berjualan dengan cash machine mainan yang dibeli di car boot sale.
Beberapa minggu lalu kami pergi ke KIBAR Gathering di Nottingham. Rana berinisiatif mau menjual mainan dan buku-bukunya yang sudah tidak digunakan di acara itu. Lalu dia mengumpulkan semuanya, dan diberi label harga. Saya diminta mencetakkan tanda-tanda harga supaya jelas terlihat. Pada acara itu, tandas habis semua jualannya. Setelah dipotong sumbangan bazaar ke panitia, uangnya juga sedikit diberikan kepada Fakhri kakaknya.
Uang hasil penjualan itu lalu dibelikannya sebuah boneka Teddy Bear dari Build A Bear Workshop di Manchester Trafford Centre. Rana memanggil sahabat barunya itu “Rebecca”. Fakhri juga nggak mau kalah dan membeli sebuah boneka penguin yang dipanggilnya “Iggi”. Di Build A Bear Workshop juga dijual aksesoris seperti baju, sepatu, tas pelengkap boneka itu, dan Rana membeli juga sebuah baju untuk Rebecca di sana.
Minggu lalu, kebetulan Rana ditunjuk menjadi pemeran bidadari (Angel) di pertunjukkan akhir tahun sekolahnya. Dia perlu kostum warna putih sebagai seorang bidadari. Kami ingat beberapa tahun yang lalu saat dia berperan di sekolahnya yang lama baju kostumnya kami buat dari bahan kasar sekali yang membuat kulitnya gatal. Nah kali ini saya menawarkan pada dia untuk membuat kostum bidadarinya sendiri. Mumpung ada inspirasi dari pak Margono yang selalu membuat baju untuk cucunda tercinta.
Jadilah weekend lalu kami pergi ke toko HobbyCraft di Stockport membeli kain satin putih, yang ternyata tidak mahal harganya. Malam itu juga sambil nonton the X Factor di rumah, alat menjahit dikeluarkan dari sarangnya. Hanya dengan sketch sederhana saja dan tanpa membuat pola saya langsung potong kainnya sesuai dengan desain seadanya. Malam itu jadilah sepotong kostum bidadari untuk Rana.
Kebetulan juga saya pernah menjanjikan Rana untuk membuat baju tambahan untuk Rebecca. Kebetulan juga bahan baju bidadari itu masih sisa barang sekitar 1/2 meter, jadi esok paginya saat Rana dan Fakhri pergi mengaji di Masjid saya buatkan baju dengan desain serupa untuk Rebecca. Hasilnya lebih rapi sedikit dari baju bidadari yang saya buat untuk Rana karena sudah lebih ‘pengalaman’ pagi itu.
Hasilnya, Rana dan Rebecca bisa bergaya berdua dengan baju baru!





3 comments
Comments feed for this article
2 Januari 2009 pada 6:08 pm
atik
Mas…yang njahit mbak Lusi kan?
3 Januari 2009 pada 12:28 pm
sita
waaah.. gak nyangka dono bisa njait kostum bidadari..
selamat taun baru yah doon..!!
sekalian, dapet PR tuh doon.. monggo diambil PR nya di blog gue..
dikerjain yah doon.. PR nya
20 Maret 2009 pada 9:22 am
dewi
Maaf, saya boleh minta bantuannya? saya ingin bikin kostum anggel. Bajunya sudah jadi,
Tapi saya bingung cara bikin sayapnya? saya sudah mengumpulkan bulu ayam warna putih, tapi saya bingung gimana membuat bulu2 itu menjadi sebuah sayap malaikat yang cantik.
Terima kasih sarannya…