Umar - 1 diantara 35
Tadi siang saya kedatangan salah seorang mahasiswa, Umar namanya, asal Nigeria. Dia baru beberapa kali ketemu saya sebelumnya. Dua kali di kampus dan beberapa kali di Masjid dekat kampus.

Dia sedang duduk di ruang tunggu ketika saya sapa namanya. Dia agak kaget dan ketika kemudian kami ngobrol-ngobrol lebih lanjut dia berkata, “I was surprised that you knew my name, we just met several times”. Kebetulan saya memang pelupa akan nama orang, apalagi mahasiswa yang jumlahnya bejibun. Tapi nama dia kok gampang diingat, jadi saya ingat nama dia. Seriusnya, kadang saya lupa nama kakak-kakak saya sendiri, padahal jumlahnya cuma 6 orang saja.

Si Umar ini menimpali: “Two brothers and four sisters are not much you know, you should have no problem at all remembering their names”. Saya senyam-senyum saja mengingat kadang memang kalau sedang “error” memang saya lupa nama-nama orang…he…he….

“I have 35 brothers and sisters. And I remember them all”, timpalnya.

Saya agak terperanjat. “35? How come? From the same father?”
“Yes, from one father”, katanya.

“From how many wifes?
“Four”

“Oh, so in average one mother has 9 children then”.
“My mom has 11″.

Amazing Family

Klara - Climber, Tour Guide, and Doctor

Klara berasal dari Republik Ceko (Czech Republic). Cantik, tinggi, dan kerap kali mengenakan pakaian yang agak ‘mengundang’.

Dia adalah seorang dokter. Sebelum meneruskan kuliah, dia bekerja di Pakistan sebagai volunteer di sebuah International NGO. Dia sedang berlibur di Inggris ketika ia bertemu beberapa orang yang hendak meneruskan kuliah di sini. Klarapun tertarik dan ia ikut mendaftar. Jadi sebetulnya ia tidak ada niat untuk bersekolah pada awalnya.

Klara orangnya cukup kritis. Kuliah pertama kali ia men-challenge saya. Agak gelagapan juga saya ditanya demikian kritis oleh dia, tapi jurus ‘angsa mengelak serangan elang’ pun saya kibaskan….he…he….

Kemudian saya tahu kalau hobi Klara adalah Rock Climbing. Puncak-puncak gunung tinggi di Eropa sudah dijelajahinya. Demikian pula dinding-dinding terjal terkemuka di pegunungan Alpen. Strong girl.

Barusan saya terima email dari Klara. Masa liburan summer ini dia manfaatkan sebagai tour guide sebuah perusahaan travel. Ia mengantar turis-turis keliling negara-negara eropa. Ia berjanji mau mengirimkan postcard buat saya.

Amazing Girl.

Sally - Director, Professor, and Mum
Sally adalah direktur lembaga tempat saya bekerja dulu. Stafnya ada sekitar 35 orang, terdiri dari beberapa professor, banyak PhD, dan staf-staf lainnya. Dari sekian banyak staf ini, hanya dua yang laki-laki. Saya dan Richard. Saat saya memutuskan untuk pindah kerja, hanya tinggal Richard laki-laki yang bekerja di sana.

Sebagai direktur, Sally tentu sangat sibuk. Dari pagi sampai petang. Dari rapat, mengajar, membimbing mahasiswa, sampai mengkoordinasi stafnya. Apalagi ia orang yang sangat memperhatikan kebutuhan anak-buahnya. Pada saya, Sally sangat baik sekali. Saat meeting appraisal pekerjaan saya misalnya, kami bicara panjang lebar mengenai banyak hal. Saya sangat terbuka padanya karena ia adalah orang yang sangat mendengarkan keluhan stafnya, dan ia berupaya membantu semampunya.

Pekerjaannya tentu saja sangat stressful. Ia harus bisa mendapatkan cukup project setiap tahunnya untuk mencukupi target yang ditentukan oleh pimpinan universitas. Selain untuk membiayai gaji anak buah dan kebutuhan kantor lainnya, unit kami adalah unit ‘cash cow’ yang diharapkan menjadi motor penggali dana bagi universitas.

Sally juga seorang Professor. Artinya dia sangat mumpuni dalam bidang akademis. Kalau lihat dari CV-nya dia memulai dari profesi yang jauh dari rute menuju profesorship. Awalnya dia adalah Health Visitor, kemudian beralih menjadi pengajar, melanjutkan sekolah, sampai kemudian mencapai gelar professor pada usia 45-an. Prestasi yang membanggakan tentunya.

Sally adalah seorang Ibu juga. Ia berputri dua, sudah hampir besar dua-duanya. Setiap menjelang sore, Sally berpikir hendak memasak apa untuk makan malam suami dan dua putrinya. Saat ia terpaksa terlambat pulang, ia harus menelepon suaminya minta tolong memasukkan ayam ke dalam oven. Saat musim semi tiba, giliran rumput halaman belakang rumah yang dipikirkan. Saat putrinya hendak ujian, sang ibupun turut cemas memikirkan.

Amazing (ex) Boss……