Papua (a.k.a. Irian Jaya) adalah sebuah wilayah Indonesia yang sangat luas. Sebagian besar masih berupa hutan lebat dihiasi oleh pegunungan tinggi dan juga lika-liku sungai seperti bisa kita lihat dari foto udara di bawah ini:
Terlihat jaringan sungai dan vegetasi yang yang ada di hutan-hutan perawan belum terjamah tangan manusia. Betapa indahnya.
Program transmigrasi sedikit banyak mengubah ‘pemandangan’ dari udara. Gambar di bawah ini mempertunjukkan sebuah kompleks pemukiman transmigran yang diatur rapi membentuk area persegi. Setiap keluarga transmigran disamping mendapat rumah dan halaman, juga mendapat lahan yang cukup luas (terlihat sebagai lahan kotak-kotak di sekeliling kompleks perumahan transmigran).
Transportasi di Papua tidaklah mudah. Sebagian besar pendudukan mengandalkan pada sarana angkutan udara untuk berhubungan dengan dunia luar. Gambar di atas ini adalah pangkalan udara di dekat kota Sorong, yang terletak di sebuah pulau kecil di sebelah Barat Daya kota Sorong. Praktis seluruh pulau ini merupakan bagian dari airport. Wah… jadi semakin pengen pergi ke sana ya…..
Proyek terbesar di Papua adalah pertambangan tembaga yang diusahakan oleh sebuah perusahaan besar luar negeri. Sayang tambangnya sendiri belum bisa dilihat gambarnya di Google Earth, tapi bisa kita lihat kompleks perumahan yang ada di dalamnya seperti ada di gambar berikut ini:
Sebuah kompleks perumahan impresif berbentuk cluster di tengah hutan, yang dilengkapi dengan fasilitas kolam renang besar dan juga lapangan sepakbola. Walau mungkin traffic tidak terlalu ramai di tengah hutan ini, bisa kita lihat ada sebuah ’roundabout’ besar yang terletak di dekat perumahan itu.
Sarana lain yang mudah dikenali adalah lapangan Golf, yang juga terlihat sangat impresif terlihat dari udara. Lapangan Golf ini terletak diantara lika-liku hutan belantara, dan menurut seorang rekan yang pernah ke sana, ada juga hotel berbintang banyak yang berlokasi di samping lapangan golf ini.
Sayangnya, banyak kontroversi yang terkait dengan pertambangan ini. Mulai dari urusan legal yang memberikan kontrak karya berpuluh tahun pada kontraktor asing tanpa masyarakat umum bisa tahu keuntungan apa yang didapat untuk masyarakat Indonesia (dan Papua khususnya), sampai urusan dampak lingkungan yang dihasilkannya.
Gambar di bawah ini memperlihatkan sebuah sungai yang ada di dekat tambang tersebut. Terlihat bahwa lebar sungai ini menjadi sangat besar dengan materi endapan yang tersebar di mana-mana. Bandingkan dengan gambar berikutnya dimana bisa kita lihat sungai ‘normal’ tidak terlalu jauh dari lokasi ini.










28 comments
Comments feed for this article
7 Mei 2007 pada 4:14 pm
fajar
so amazing
22 September 2007 pada 1:47 pm
dimaz
so fantasitis. papua adalah daerah di ujung timur yang masih tertinggal. karena tidak meratanya pembangunan, papua menjadi tempat yang sepi. namun hal ini membuat hutan papua masih lestari. saya melihat dari foto foto diatas bahwa daerah ini memiliki potensi yang amat tinggi untuk dijadikan tempat wisata.
saya berharap kita dapat menjaga wilayah negara kesatuan republik Indonesia yang tercinta ini. hadang separatisme. saya tahu bahwa berbicara itu mudah. tapi ada berjuta kerikil kecil dan besar diluar sana.
7 Agustus 2009 pada 8:39 am
aca
Mks ats prhtian Anda,,,,
Tp Sya ingin m’prtanyakan komen Anda ini mengenai ( papua adalah daerah di ujung timur yang masih tertinggal. )
tlg Anda jlskan kata2 Anda ni???
P’bangunan d’kota Kami Papua tdk klah t’tinggalnya dengan P’bangunana d’kota n daerah anda,,,,,,
3 Oktober 2007 pada 1:01 pm
PaSteL
gaswat….
16 November 2007 pada 2:49 pm
nikz
tQ ya om… atas foto udaranya… buat keperluan tugas skul neh d suruh nyari foto udara… heheh Tq Banyak2 om…
27 November 2007 pada 3:15 pm
bguz
haha tugas nyari foto udara smua kynya
20 November 2009 pada 6:48 am
cay's
ya iaya lah
percuma gua yang buat???????????????????????????
kren khan???????????????
12 Desember 2007 pada 10:47 am
tuuuuuuuuunn
tengkyu yaaa ooom,, jadi bisa buat bahan tugas neeeh
6 Januari 2008 pada 10:30 pm
aziz
Hi Dono,
menarik dan gambarnya tentang kuala kencana (perumahan warna-warni berbentuk manggis) membikin aku kangen (7 th hidup di sana). kuala kencana adalah perumahan di dataran rendah (lowland), sekitar 25 km dari kota lokal terdekat, Timika. Togap tinggal di Tembagapura, kota pertama yg dibuat Freeport.
Sedikit tambahan, sungai yg ‘melebar’ letaknya tidak di dekat daerah tambang tapi dekat timika dan kuala kencana. area ini disebut daerah endapan (deposition area), yaitu muara dari limbah “tailings” yg disalurkan dari lokasi tambang di gunung Grasberg melalui sungai Ajkwa dan Otomona sepanjang kurang lebih 100 km sampai di daerah endapan ini.
dan sekelumit pemikiran tentang tambang dan maknanya bagi masyarakat sekitar: http://www.fkmcpr.nl/?page=4226
liebe gruesse aus muenchen,
20 Februari 2008 pada 9:36 am
ajibond
hee..hee..he..
senang sekali melihat nama ini, awalnya saya fikir ini pak dono dosen saya di FKMUI, ternyata benar.
luar biasa memang negeri ini yang diberikan banyak keindahan dan kekayaan, tetapi kita hanya bisa merusaknya.
2 April 2008 pada 11:50 am
Nuno
Hm.. Such a great info! Thk u sir!
Pada awalnya saya kurang tahu banyak tentang Papua kecuali suku Dani dan Asmatnya yang itupun hanya terbatas sekali diperkenalkan pada orang Indonesia. Tapi setelah beberapa saat lalu beberapa kawan saya dari negeri seberang berbondong-bondong pindah ke bumi Papua, saya merasa harus lebih mengenal Papua daripada orang-orang asing tersebut. It isn’t just a name! Sayang sekali jika lokasi yang begitu besar sumbangsihnya buat negara kita tercinta kurang dikenal generasi bangsanya sendiri!
Love Papua!
5 Mei 2008 pada 10:27 am
Dwi Afrianto
Gimana Kabarnya Mas…??
Bantu lihat Photo Udara KOTA PURWAKARTA Mas, tepatnya Kecamatan Purwakarta….juga photo daerah PARONGPONG, LEMBANG BANDUNG Mas…Thx atas semuanya
15 Mei 2008 pada 3:03 am
dencitro
weh, kebetulan sekali saya sudah pernah ke Timika – Kuala kencana – Tembaga Pura – Grasberg – Mesjid di Km 74 (mesjid tertinggi di dunia)
Yang jelas, kapasitas produksi terpasang perusahaan pertambangan ini, bila beroperasi selama 10 hari sebanding dengan operasi tambang emas Pongkor Bogor (Antam) selama 10 TAHUN, artinya kalau pongkor di operasikan dengan kapasitas mereka maka dalam SEPULUH HARI HABIS itu deposit emas gunung pongkor – rata dengan tanah, bahkan mungkn jadi danau-danau yang dalam. Sebaliknya bisa dibayangkan berapa besar kandungan deposit tembaga dan emas yang digali dari bumi Papua selama ini berikut kerusakan dan limbah yang dihasilkan??? dan ini terus berlangsungggg…
23 Mei 2008 pada 7:42 am
andreas sinuhaji
seandainya hutan kita tidak hancur seluas 6 lapangan bola per menit pasti masih banyak hutan kita yang sebagus ini
telah diperhitungkan bahwa perlu ratusan tahun untuk memulihkan hutan kita
angka ilegaloging sudah menurun tetapi bukan karena kesadaran para cukong-cukong melainkan karena hutan sudah hampir habis.
4 Juni 2008 pada 9:22 am
Dian Heri Sofian
Assalamu’alaikum…
@dimaz
Sebagian daerah di Papua tidak sepi lho Mas…
Hutannya juga tidak selestari yang anda bayangkan…
penjarahan dah banyak terjadi…
@ Dwi Afrianto
coba donlot Google Earth deh… anda bisa terkagum-kagum sendiri ngliat atap rumah anda sendiri… (kalo beruntung)
sedikit tulisan tentang bbrp daerah di Papua yg pernah sy kunjungi ada di:
http://dianheri.wordpress.com
Wass…
8 September 2008 pada 5:06 pm
putrie
tolong dong mas muatin profile nya smua ttg sorong….tanpa terkecuali yachhhh…. hee…hee…he….pliiiiissss… aq kangen banget neh pengen ke sana ….nyusul my sweetheart yang di pindah tugas ke sana 1 buklan yang lalu….
all is nice ….so tugas qta semua untuk mempertahankan kelestarian alam yang sdikit masih tersisa untuk indonesia tercinta….
TQ banget…. n bravo sorong….
8 September 2008 pada 5:13 pm
putrie
waduh….. gara2 mabuk sorong….
jadinya sorong aja yang di sebut2….
maksud pu2t bravo papua yahhhh….
n we must love our peace papua…..
smga qta bisa mempertahankannya….
15 Oktober 2008 pada 2:12 pm
renata rinda,madiun
aq adalah seorang pelajar SMA NEGERI 2 Madiun,eAST JAVA yang lagi dpet beasiswa blajar 1 tahun di USA,aq cinta bgt ma Indonesia palagi ma alam n budayanya….
aq punya banyak mimpi,salah satu impian terbesarku adalah jadi dokter n aq pengen nolongin penduduk papua yang masih primitif n kekurangan tenaga medis….
I love INDONESIA,I LOVE PAPUA
7 Agustus 2009 pada 8:43 am
aca
Mksh Bu Doktr ats prhtiannya ma Pnddk Papua,
Tp,,, D’Papua g kekurngan tnga mdis Koq,,,,
mlah tmbha buanyaaaaaaak bget,,,,,
20 November 2008 pada 2:19 pm
eko miharjah marzoeki
Hutan Papua sedang mengalami tekanan yang luar biasa akibatperluasan kelapa sawit, operasi pembalakan dan faktor pendorong kerusakan hutan lainnya. Kita semua harus bersikap untuk menjaga hutan Indonesia serta iklim global dengan mendorong Pemerintah Indonesia mendeklarasikan penghentian sementara (moratorium) deforestasi sekarang,
khalayak luas harus berpartisipasi untuk menandatangi petisi melindungi kekayaan alam dan masa depan mereka. Petisi ini mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mendeklarasikan moratorium, sebagai upaya memberikan waktu yang diperlukan guna menyusun rencana perlindungan yang dibutuhkan demi masa depan hutan ini.
kedepan perlu diterapkan kebijakan dan program-program pembangunan
pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup secara terpadu, pengendalian
kebakaran lahan dan hutan, rehabilitasi hutan dan lahan, pemberantasan
ilegaloging, penilaian kinerja perusahaan dalam pengendalian
lingkunganhidup, serta program penerapan AMDAL bagi dunia usaha.
12 Januari 2009 pada 10:44 am
irfan
bila kita saksikan via satelit ini kerusakan hutan banyak belum terjadi
mudah-mudahan kita dapat mempertahankan ekosistem dan habitat alam yang ada didalamnya.
ayo lestarikan selamanya…
13 Januari 2009 pada 3:00 pm
olie
Ini dia kota tercinta di bagian kepala burung papua,tempat kelahiranku tercinta juga. buat teman2 yang ada waktu silahkan berkunjung kesana………………….
16 Januari 2009 pada 7:19 am
Jason
Teeerimakasi buat kamu yang mengexspos Papua, karena masyarakat indonesia dibagian barat tidak tahu tentang papua, yang kaya akan alam, biar masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan yang ada di indonesia bagian barat bisa datang ke Papua untuk tidak hidup dibawah kolong jembatan lagi, tetapi hidup diatas emas dan kekayaan alam yang ada di Papua, Buat masyarakat Papua jangan jadi penonton>>>Hormat untuk NegeriQ PAPOEA, From Hollandia Binend
18 Februari 2009 pada 12:03 pm
rara's mommy
wah nice pic… Ada foto kuala kencana dengan RT 1-6 nya dan RW B. Kuala kencana ini adalah kota di dataran rendahnya PTFI dengan kantor pusat administrasinya. Sedangkan tembagapura atau highland adalah kota pertambangannya. Bukan di tembagapuranya sih tapi lebih tepatnya di Grasberg. Di sana PTFI melakukan operasional pertambangannya. Sebenarnya tembagapura itu adalah kota tempat tinggal para karyawan PTFI dan keluarganya.
Berikutnya ada tanggul yang letaknya gak jauh dari airport timika. Tanggul itu adalah tempat pengendapan tailling yang dari hasil endapan iru tanahnya dapat unruk dihijaukan dan untuk ditanami tamanan pangan (sayur dan buah2an) untuk kemudian dijual ke seluruh supermarket di lingkungan PTFI, juga untuk dipasok ke messhall karyawan di jobsite. Jadi tidak seburuk yang kita kira bahwa tailling tersebut merusak lingkungan. Karena di dalam pengolahannya PTFI HANYA menggunakan peoses fisika dalam pemisahan antara ore, tembaga, dan emasnya. Tanpa ada intervensi zat2 kimia seperti Hg/raksa. Yang saat ini banyak digunakan oleh para penambang liar di sekitar mile 72 atau Ridge Camp. Teknik ini lebih mudah dalam memisahkan emas dari larutan akan tetapi berbahaya bagi lingkungan.
Sedangkan kalau lapangan golf itu namanya Rimba irian. Lokasinya di Kuala kencana. Lapangan itu adalah salah satu lapangan golf terbaik di dunia, dengan standar international. Kalo gak salah designernya juga desaigner sebuah lapangan golf mewah di pasifik.
Waaah… Jadi kangen sama tembagapura. Kebetulan saya sempat bekerja di sana dari tahun 2003-2006. Waaah nice pic…
24 April 2009 pada 9:33 am
Feni
Salam
Dengan melihat hutan papua yang masih luas dan asri senang rasanya………tapi apakah ini akan bertahan ? saya ragukan itu, karena pembangunan perumahan di papua mengikuti pola lama indonesia yang kunoooooooo semua pohon ditebang baru dibangun rumah ? apa tidak dipikir habitat alamnya. Hancur semua (Tanaman langka, hewan langka, terlebih sumber hidup manusia – air ) ditambah lagi transmigrasi yang menghancurkan hutan ratusan hektar untuk dibangun persawahan. Please hutan dilestarikan dong jangan cuma maen tebang aja……………..end sibuk bangun perumahan mewah intuk para konglomerat dari indonesia barat.
Thx
26 April 2009 pada 4:11 pm
bakso~bakit sorong gitzu
sorong itu the best loh~~~thanx yah udah foto t4 lahir qu nih so jika kangen tinggal liat aja dong .>>>biar semua orang tau kalau papua i2 kaya bangetzzzzzz saya bangga loh jadi anak sorong walaupun kuliahx di bandung!!!!!!!!heeee thax ya!!!!
1 Mei 2009 pada 1:50 am
buang
papua emang oke banget terutama timika mbuat aku oingin tinggal di sana lagi
7 Agustus 2009 pada 8:46 am
aca
Adohhhh Sorong eeeeeeeeee,,,
Sa rindu e,,,,,
Kpan e,, Sa plng,,,,
Sorong Ko tunggu,, Nnt Sa plng bwt Ko,,,,,